Jadi Manusia 1% Itu Gampang

Jadi, kita sering denger orang bilang “luar biasa” itu keren dan jarang terjadi. Kenapa? Karena memang banyak yang nggak bisa atau nggak mau melakukannya. Sebaliknya, kalau kita cuma ngelewatin rutinitas yang sama setiap hari, ya itu dianggap biasa saja.
Coba deh cek diri kita sendiri. Apakah kita udah menjalani hal-hal yang bikin kita jadi luar biasa? Tapi jangan jawab sekarang, coba lihat aktivitas harian kita. Apakah kita cuma menjalani rutinitas yang biasa, atau ada usaha untuk lebih dari itu?
Kalau kita cuma berputar di rutinitas kerja – pulang – istirahat – tidur – kerja lagi, ya itu sih normal banget. Coba deh tambahin kegiatan lain seperti belajar atau upgrade skill. Itu baru disebut luar biasa, karena nggak semua orang mau atau bisa melakukannya.
Contoh kegiatan biasa yang kita sering lakukan: main game berjam-jam, teleponan terus sama pacar, atau ngobrol sampai pagi. Itu semua hal yang banyak orang lakuin. Tapi kalau kita alihkan waktu itu untuk hal-hal produktif seperti nonton tutorial, gambar, belajar, atau baca buku, itu baru luar biasa. Kenapa? Karena nggak semua orang melakukannya.
Hidup kita sekarang adalah hasil dari kegiatan kita sebelumnya. Kita semua punya waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari. Mau jadi presiden atau raja, waktu kita tetap sama. Jadi, yang penting adalah bagaimana kita menggunakan waktu kita. Waktu itu bisa mengubah segalanya, tapi dia nggak punya akal. Jadi, kita yang punya akal ini harus bisa mengendalikan waktu, bukan sebaliknya.
Kadang kita berharap bisa jadi orang hebat di masa depan tanpa usaha yang maksimal sekarang. Itu seperti berharap kenyang tanpa makan. Kita harus bikin perubahan dari sekarang kalau mau hasil yang berbeda.
Menyiksa diri nggak cuma soal nyakitin fisik. Melalaikan kesempatan dan membiarkan waktu berlalu sia-sia itu juga bentuk penyiksaan, bahkan lebih berbahaya karena efeknya bisa bertahan lama. Bedanya sama nyakitin fisik, yang biasanya bisa sembuh dalam sebulan.
Jadi, gimana caranya biar jadi luar biasa? Gampang banget! Cukup ubah kebiasaan yang biasa jadi sesuatu yang di luar kebiasaan. Misalnya, daripada habisin waktu untuk teleponan atau main game, alihkan waktu itu untuk hal-hal yang bermanfaat buat masa depan kita.
Kalau perubahan ini bikin kita harus melepaskan hubungan, ya mungkin itu bagian dari proses. Pasangan yang baik itu yang mendukung kita untuk berkembang. Kalau hubungan sekarang nggak mendukung, mungkin saatnya mencari pasangan yang lebih sejalan dengan tujuan kita. Percayalah, kita akan ketemu seseorang yang lebih cocok di masa depan, asal kita tetap berusaha dan bersabar.